Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB merupakan salah satu departemen baru yang dibentuk dari hasil penataan yang berlangsung di IPB. Embrio Departemen Silvikultur adalah Program Studi Budidaya Hutan (PS BDH) yang pada saat itu bernaung di bawah Departemen Manajemen Hutan. Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB adalah departemen silvikultur pertama di Indonesia.
Departemen Silvikultur berdiri berdasarkan Surat Keputusan Rektor IPB No. 112/K13/OT/2005 pada tanggal 2 Agustus 2005, dan memperoleh akreditasi “A” berdasarkan keputusan dari Badan Akreditasi Nasional– Perguruan Tinggi (BAN-PT) No. 002/BAN-PT/Ak—XI/SI/IV/2008
Visi
Menjadikan Departemen Silvikultur sebagai program studi terkemuka di Asia dengan kompetensi utama Silvikultur Tropika, berkarakter kewirausahawan dan bersendikan keharmonisan.
Misi 1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi kademik dan profesional berbasiskan penelitian (research based university) untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang berakhlak luhur yang menguasai dan berakhlak luhur yang menguasai dan mampu mengembangkan IPTEKS sesuai dengan tuntunan masyarakat kini dan mendatang untuk menjamin fungsi ekologis, kesehatan dan produktivitas ekosistem hutan secara berkelanjutan.
2. Menjadikan Departemen Silvikultur sebagai penentu kecenderungan (trend setter) bagi masyarakat professional kehutanan baik yang berkecimpung dalam dunia ilmu pengetahuan, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat maupun dalam pemerintahan.
3. Menjadikan Departemen Silvikultur sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mampu mengantisipasi dan menjawab berbagai permasalahan pembangunan kehutanan berdasarkan pendekatan ilmiah professional.
4. Menjadikan Departemen Silvikultur sebagai lembaga pendidikan tinggi dengan sistem manajemen berorientasi pada mutu dan professionalisme
1. Laboratorium Silvikultur
Laboratorium Silvikultur dalam upayanya untuk mewujudkan pembinaan dan pembangunan hutan secara lestari mengedepankan pengembangan ilmu silvikultur melalui pendidikan, pelatihan dan penelitian serta menjalin dan membina kerjasama dengan berbagai lembaga dan institusi pemerintah dan swasta serta masyarakat.
2. Laboratorium Ekologi Hutan
Laboratorium Ekologi Hutan menyediakan fasilitas, memberikan pelayanan, dan merupakan pusat kajian studi-studi Ekologi Hutan; menjalin kerjasama penelitian dengan berbagai lembaga pemerintah dan swasta; serta menyediakan jasa konsultasi dan penelitian di bidang pembinaan hutan dan lingkungan, herbarium, pembuatan peta topografi, Sistem Informasi Geografis (GIS) dan Remote Sensing untuk kajian ekologi hutan.
3. Laboratorium Entomologi Hutan
Laboratorium Entomologi Hutan menangani keanekaragaman serangga, budidaya lebah madu, ulat sutera, serangga hama dan insektisida, menjalin kerjasama penelitian di bidang serangga hutan dengan lembaga-lembaga yang berkompeten, menyediakan jasa konsultasi dan pelatihan, dan membina mahasiswa dan masyarakat menjadi wiraswastawan unggul di bidang perlebahan dan produksi madu, persuteraan alam, koleksi serangga indah, dan pemanfaatan serangga hutan.
4. Laboratorium Patologi Hutan
Laboratorium Patologi Hutan melakukan kegiatan pendidikan dan penelitian serta menjalin kerjasama dibidang patologi hutan, menyediakan jasa analisa dan identifikasi penyakit pada jaringan tanaman hutan yang sakit, menyelenggarakan pelatihan dan memupuk jiwa wirausaha budidaya jamur berguna.
5. Laboratorium Pengaruh Hutan
Laboratorium Pengaruh Hutan berupaya untuk meningkatkan pengembangan bidang keilmuwan pengaruh hutan dan melaksanakan program penelitian dan pendidikan, memberikan informasi bagi mahasiswa dan masyarakat serta menyediakan jasa konsultasi, analisa, pemetaan dan modeling fungsi-fungsi hidrologi hutan, DAS, dan konservasi tanah dan air bagi pengembangan kelestarian fungsi hutan dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
6. Laboratorium Kebakaran Hutan dan Lahan Laboratorium Kebakaran Hutan dan Lahan menyelenggarakan kuliah dan praktek kebakaran hutan dan lahan, pembimbingan dan konsultasi pencegahan, pengendalian, penanganan dan penilaian dampak kebakaran hutan dan lahan, menjalin kerjasama penelitian dengan berbagai lembaga lokal, regional dan internasional serta menyelenggarakan seminar, workshop dan pelatihan aspek kebakaran hutan dan lahan.