Jumat, 11 Februari 2011

laporan Dendrologi

KULIAH LAPANG DENDROLOGI
KEBUN RAYA BOGOR





    Nama              : Dewi Rengganis
                                        NRP                : E44090012
                                        Kelompok      : 4
                                        Dosen              : Ir. Iwan Hilwan, MS
                                        Assisten          : 1 . Belinda bunganegara (E44062727)
                                                                  2.  Enike ratna sari (E44062609)
                                                                  3.  Eka perdanawati (E44070024)
                                                                  4.  Jauhar k (E24070052)









DEPARTEMEN SILVIKULTUR
FAKULTAS KEHUTANAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dendrologi adalah salah satu mata kuliah yang dijadikan suatu mata kuliah wajib bagi mahasiswa kwhutanan IPB. Dendrologi adalah ilmu yang mempelajari pohon, sabagai seorang rimbawan sangatlah perlu mengenal jenis-jenis pohon, morfologi, dan lain-lainya.
Hutan di Indonesia termasuk dalam kawasan Flora Malesia yang kaya akan jenis-jenis pohon. Kawasan Flora Malesia ini meliputi negara-negara Malaysia, Filiphina, Indonesia dan Papua New Guinea. Menurut Van Steenis (1948) paling sedikit terdapat 25.000 – 30.000 jenis tumbuhan berbunga, diantaranya ada ± 3.000 jenis pohon. Menurut Lembaga Penelitian Hutan (sekarang Pusat Penelitian Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam) terdapat ± 4.000 – 4.500 jenis pohon.
Hingga saat ini baru sekitar 400 jenis pohon yang dianggap penting dan sudah dikenal dengan baik, diantaranya 267 jenis (nama ilmiah) sudah dikenal dan diperdagangkan, serta dikelompokkan menjadi 120 jenis kayu perdagangan. Dengan demikian, masih banyak jenis-jenis pohon di hutan tropika indonesia yang belum dikenal serta dimanfaatkan. Inilah tantangan yang besar yang dihadapi para rimbawan. Disinilah dendrologi dapat berperan penting dalam rangka membantu pengelola hutan untuk mengenali jenis-jenis pohon yang belum dikenal, dan memanfaatkannya. Oleh karena itu perlu sekali diketahui dengan pasti jenis-jenis pohon apa yang dipelajari. Jadi dendrologi sebenarnya merupakan kunci untuk menuju ke pengetahuan tentang hutan.
1.2 Tujuan
1.      Untuk mengetahui sejarah dan perkembangan Kebun Raya Bogor.
2.      Untuk mengidentifikasi berbagai jenis pohon yang ada di Kebun Raya Bogor.
3.      Melihat lebih dekat jenis pohon yang daunnya digunakan dalam praktikum dendrologi











BAB II
SEJARAH KEBUN RAYA BOGOR

Pada tahun 1811, ketika perang Napoleon di eropa, Indonesia pada waktu itu bernama Hindia Belanda atau Nederlandsch Indie, direbut oleh Inggris dari kekuasaan Belanda. Ketika Napoleon jatuh (1815/1816) para pemimpin negara di Eropa membuat perjanjian, antara lain tentang pembagian wilayah kekuasaan.
Pada tahun 1816 Inggris menggembalikan kekuasaan Indonesia ke tangan Belanda. Peperangan yang terjadi di Eropa menyebabkan Belanda mengalami kelesuan, Kerajaan Belanda mengembangkan ilmu pengetahuan, karena mereka tahun tegak dan kejayaannya Belanda ditandai antara lain dengan ilmu pengetahuan. Untuk ini dikirimlah C.Th.Elout, A.A Boykens dan G.A.G.P. Baron Van Der Capellen, ke Indonesia dan Dr. Casper Goerge Carl Reinwardt selaku penasehat.
Prof. Caspar Georg Karl Reinwardt adalah seseorang berkebangsaan Jerman yang berpindah ke Belanda dan menjadi ilmuwan botani dan kimia. Ia lalu diangkat menjadi menteri bidang pertanian, seni, dan ilmu pengetahuan di Jawa dan sekitarnya. Ia tertarik menyelidiki berbagai tanaman yang digunakan untuk pengobatan. Ia memutuskan untuk mengumpulkan semua tanaman ini di sebuah kebun botani di Kota Bogor, yang saat itu disebut Buitenzorg (dari bahasa Belanda yang berarti “tidak perlu khawatir”). Reinwardt juga menjadi perintis di bidang pembuatan herbarium. Ia kemudian dikenal sebagai seorang pendiri Herbarium Bogoriense.
Pada tanggal 15 April 1817 Reinwardt mencetuskan gagasannya untuk mendirikan Kebun Botani yang disampaikan kepada G.A.G.P. Baron Van Der Capellen,Komisaris Jendral Hindia Belanda dan beliau akhirnya menyetujui gagasan Reinwardt. Pada tahun 18 Mei 1817, Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen secara resmi mendirikan Kebun Raya Bogor dengan nama s’Lands Plantentuinte Buitenzorg.
Pendiriannya diawali dengan menancapkan ayunan cangkul pertama di bumi Pajajaran sebagai pertanda dibangunnya pembangunan kebun itu, yang pelaksanaannya dipimpin oleh Reinwardt sendiri, dibantu oleh James Hooper dan W. Kent (dari Kebun Botani Kew yang terkenal di Richmond, Inggris). Pada mulanya kebun ini hanya akan digunakan sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan ke Hindia-Belanda (kini Indonesia).
Sekitar 47 hektar tanah di sekitar Istana Bogor dan bekas samida dijadikan lahan pertama untuk kebun botani. Reinwardt menjadi pengarah pertamanya dari 1817 sampai 1822. Kesempatan ini digunakannya untuk mengumpulkan tanaman dan benih dari bagian lain Nusantara. Dengan segera Bogor menjadi pusat pengembangan pertanian dan hortikultura di Indonesia. Pada masa itu diperkirakan sekitar 900 tanaman hidup ditanam di kebun tersebut.
Pada tahun 1822 Reinwardt kembali ke Belanda dan digantikan oleh Dr. Carl Ludwig Blume yang melakukan inventarisasi tanaman koleksi yang tumbuh di kebun. Ia juga menyusun katalog kebun yang pertama berhasil dicatat sebanyak 912 jenis (spesies) tanaman. Pelaksanaan pembangunan kebun ini pernah terhenti karena kekurangan dana tetapi kemudian dirintis lagi oleh Johannes Elias Teysmann (1831), seorang ahli kebun istana Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch. Dengan dibantu oleh Justus Karl Hasskarl, ia melakukan pengaturan penanaman tanaman koleksi dengan mengelompokkan menurut suku (familia).
Teysmann kemudian digantikan oleh Dr. Rudolph Herman Christiaan Carel Scheffer pada tahun 1867 menjadi direktur, dan dilanjutkan kemudian oleh Prof. Dr. Melchior Treub. Pada tanggal 30 Mei 1868 Kebun Raya Bogor secara resmi terpisah pengurusannya dengan halaman Istana Bogor. Kebun Raya Bogor selalu mengalami perkembangan yang berarti di bawah kepemimpinan Dr. Carl Ludwig Blume (1822), JE. Teijsmann dan Dr. Hasskarl (zaman Gubernur Jenderal Van den Bosch), J. E. Teijsmann dan Simon Binnendijk, Dr. R.H.C.C. Scheffer (1867), Prof. Dr. Melchior Treub (1881), Dr. Jacob Christiaan Koningsberger (1904), Van den Hornett (1904), dan Prof. Ir. Koestono Setijowirjo (1949), yang merupakan orang Indonesia pertama yang menjabat suatu pimpin lembaga penelitian yang bertaraf internasional. Setelah kemerdekaan, tahun 1949 ‘Slands Plantentiun te Buitenzorg’ berganti nama menjadi Jawatan Penyelidikan Alam, kemudian menjadi Lembaga Pusat Penyelidikan Alam (LLPA) dipimpin dan dikelola oleh bangsa Indonesia, Direktur LPPA yang pertama adalah Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Pada waktu itu LPPA punya 6 anak lembaga, yaitu Bibliotheca Bogoriensis, Hortus Botanicus Bogoriensis, Herbarium Bogoriensis, Treub Laboratorium, Musium Zoologicum Bogoriensisi dan Laboratorium Penyelidikan Laut.Untuk pertama kalinya tahun 1956 pimpinan Kebun Raya dipegang oleh bangsa Indonesia yaitu Sudjana Kasan menggantikan J. Douglas.
Pendirian Kebun Raya Bogor bisa dikatakan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Untuk perkembangan koleksi tanaman sesuai dengan iklim yang ada di Indonesia, Kebun Raya Bogor membentuk cabang di beberapa tempat, yaitu :
  1. Kebun Raya Cibodas(Bergtuin te Cibodas, Hortus dan Laboratorium Cibodas)di Jawa Barat, luasnya 120 Ha dengan ketinggian 1400 m, didirikan oleh Teysman tahun 1866, untuk koleksi tanaman dataran tinggi beriklim basah daerah tropis dan tanaman sub-tropis. Tahun 1891 Kebun ini dilengkapi dengan Laboratorium untuk Penelitian flora dan fauna.
  2. Kebun Raya Purwodadi (Hortus Purwodadi) di Jawa Timur, didirikan oleh Van Sloten tahun 1941. Luasnya 85 Ha dengan Ketinggian 250 m, untuk koleksi tanaman dataran rendah, iklim kering daerah tropis.
  3. Kebun Raya "Eka Karya" Bedugul-Bali didirikan tahun 1959 oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Luasnya 159,4 Ha dengan ketinggian 1400 m, untuk koleksi tanaman dataran tinggi beriklim kering.

Pada saat kepemimpinan tokoh-tokoh itu telah dilakukan kegiatan pembuatan katalog mengenai Kebun Raya Bogor, pencatatan lengkap tentang koleksi tumbuh-tumbuhan Cryptogamae, 25 spesies Gymnospermae, 51 spesies Monocotyledonae dan 2200 spesies Dicotyledonae, usaha pengenalan tanaman ekonomi penting di Indonesia, pengumpulan tanam-tanaman yang berguna bagi Indonesia (43 jenis, di antaranya vanili, kelapa sawit, kina, getah perca, tebu, ubi kayu, jagung dari Amerika, kayu besi dari Palembang dan Kalimantan), dan mengembangkan kelembagaan internal di Kebun Raya yaitu:
  • Herbarium
  • Museum
  • Laboratorium Botani
  • Kebun Percobaan
  • Laboratorium Kimia
  • Laboratorium Farmasi
  • Cabang Kebun Raya di Sibolangit, Deli Serdang dan di Purwodadi, Kabupaten Pasuruan
  • Perpustakaan Fotografi dan Tata Usaha
  • Pendirian Kantor Perikanan dan Akademi Biologi (cikal bakal IPB).
Kebun Raya Bogor sepanjang perjalanan sejarahnya mempunyai berbagai nama dan julukan, seperti
  • s’Lands Plantentuin
  • Syokubutzuer (zaman Pendudukan Jepang)
  • Botanical Garden of Buitenzorg
  • Botanical Garden of Indonesia
  • Kebun Gede
  • Kebun Jodoh


BAB III
METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat
Pengamatan  ini dilakukan di Kebun Raya Bogor, pengamatan jenis-jenis pohon dilakukan pada hari Senin tanggal 27 Desember 2010 pada pukul 08.00 s.d 12.00 Wib
3.2 Alat dan Bahan
    1. Buku tulis
    2. Pensil/pulpen  (alat mencatat deskripsi jenis)
    3. Kamera (untuk mendokumentasikan jenis-jenis pohon yang ditemui saat pengamatan).
3.3 Metode
Pengamatan jenis-jenis pohon ini dilakukan dengan cara menjelajahi Kebun Raya Bogor lalu mengidentifikasi setiap spesies yang ditemui, dengan mencatat nama spesiesnya, tata daun, kegunaan  dan sejarahnya. Dalam melakukan pengamatan  pengambilan gambar tiap spesies yang ditemui.




BAB IV
HASIL OBSERVASI

     Berdasarkan fieldtrip yang dilakukan di Kebun Raya Bogor, telah dijelaskan beberapa jenis-jenis pohon yang dijadikan bahan ajar mahasiswa, diantaranya yaitu :

Tabel 1. Nama-nama tumbuhan yang terdapat dalam observasi

No
Nama
Lokal
Nama
Ilmiah

Family
1
Akasia
Acacia mangium
Fabaceae
2
Tapak setan
Sindora bruggemanii
Fabaceae
3
Sindur
Sindora wallichii
Fabaceae
4
Kedawung
Parkia timoriana
Fabaceae
5
Gayam
Inocarpus fagiferus
Fabaceae
6
Merbau
Intsia bijuga
Fabaceae
7
Angsana
Pterocarpus indicus
Fabaceae
8
Ki hujan
Samanea saman
Fabaceae
9
Kempas
Koompassia excelsa
Fabaceae
10
Asam londo
Pithecellobium dulce
Fabaceae
11
Ampupu
Eucalyptus alba
myrtaceae
12
Pedada
Sonneratia caseolaris
Sonneratiaceae
13
Pandan pantai
Pandanus affinis
Pandanaceae
14
Keben
Barringtonia  asiatica
Lecythidceae
15
Cercekeran
Amherstia nobilis
Caesalpiniaceae
16
Palem
Livistona rotundifolia
Arecaceae
17
pinang
Oncosperma horridum
Arecaceae
18
sagu
Metroxylon  sagu
Arecaceae
19
aren
Arenga pinnata
Arecaceae
20
Ulin
Eusideroxylon  zwageri
Laureceae
21
Damar
Agathis dammara
Araucariaceae
22
Agathis
Agathis australis
Araucariaceae
23
Araukaria
Araucaria cunninghamii
Araucariaceae
24
Araukaria
Araucaria hunsteinii
Araucariaceae
25
Melur
Podocarpus koordersii
Podocarpaceae
26
Ki putri
Podocarpus neriifolius
Podocarpaceae
27
Pinus
Pinus merkusii
Pinaceae
28
Pinus
Pinus insularis
Pinaceae
29
Pinus
Pinus caribaea
Pinaceae
30
Beringin
Ficus benjamina
Moraceae
31
Karet kerbau
Ficus elastica
Moraceae
32
leci
Litchi chinensis
Sapindaceae
33
Matoa
Pometia pinnata
Sapindaceae
34
Rambutan
Nephelium lappaceum
Sapindaceae
35
Bintaro
Cerbera manghas
Apocynaceae
36
Pulai
Alstonia scholaris
Apocynaceae
37
Jelutung
Dyera costulata
Apocynaceae
38
Nyatoh
Palaquium  rostratum
Sapotaceae
39
Nyatoh
Payena leerii
Sapotaceae
40
Sawo kecik
Manilkara kauki
Sapotaceae
41
Sawo duren
Chrysophyllum cainito
Sapotaceae
42
Tanjung
Mimusops elengi
Sapotaceae
43
Rengas
Gluta wallichii
Anacardiaceae
44
Meranti tembaga
Shorea leprosula
Dipterocarpaceae
45
Meranti merah
Shorea pinanga
Dipterocarpaceae
46
Keruing
Dipterocarpus trinervis
Dipterocarpaceae
47
Kamper tanduk
Dryobalanops lanceolata
Dipterocarpaceae
48
Kamper singkal
Dryobalanops aromatica
Dipterocarpaceae
49
Kapuk
Ceiba pentandra
Bombacaceae
50
Kenari
Canarium indicom
Burseraceae
51
Burahol
Stelechocarpus burahol
Annonaceae
52
Bisbul
Diospyros discolor
Ebenaceae
53
Eboni
Diospyros celebica
Ebenaceae
54
Nyamplung
Calophyllum  inophyllum
Clusiaceae
55
Bintangur
Calophyllum soulatri
Clusiaceae
56
Mundu
Garcinia dulcis
Clusiaceae
57
Kopi
Coffea arabica
Rubiaceae


Kebun Raya Bogor memiliki tugas atau fungsi Kebun Raya, antara lain sebagai berikut: Sebagai tempat konservasi Ex-situ,  sarana penelitian, terutama penelitian tumbuhan, sarana penunjang pendidikan, dan Sebagai sarana wisata. Adapun penjelasan dari berbagai family jenis tumbuhan sebagai berikut:
1. Fabaceae
            Pohon berdaun majemuk terkecuali marga Inocarpus, berseling, berdaun penumpu, bunga kecil atau besar, biseks, majemuk, buah polong(legum), merekah, atau tidak merekah . Spesies yang termasuk ke dalam famili ini antara lain adalah kempas (Koompassia excelsa) pohon ini memiliki batang yang silindris, biasanya digunakan sebagai sarang lebah hutan, banirnya seperti papan yang mengandung sumber nutrisi, angsana (Pterocarpus indicus) memiliki getah yang berwarna merah yang biasanya digunakan sebagai obat sariawan dan juga disebut sebagai kayu merah, akasia (Acacia mangium), tapak setan (Sindora bruggemanii), merbau (Instia bijuga), gayam (Inocarpus fagiferus), asam londo (Pithecellobium dulce), asam keranji (Dialium guineense).
2. Myrtaceae
            Daun tunggal, umumnya berhadapan, berseling, tepi daun rata, tidak berdaun penumpu. Pada beberapa marga mempunyai pertulangan daun tepi. Benang sari banyak tangkai sari panjang dan ramping. Contoh jenisnya antara lain Ampupu (Eucalyptus alba) yang hidup di daerah kering terutama di NTT, Leda (Eucalyptus deglupta) merupakan kayu perdagangan yang pada umumnya terdapat di Irian, Maluku, Sulawesi. Kayu putih (Melaleuca cajuputi) penghasil minyak kayu putih, salam (Eugenia polyantha).
3.Sonneratiaceae
            Pohon dengan daun tunggal, berhadapan, dan stipulate. Bunga di ujung ranting, jumlah terbatas, sepal berlekatan pada bagian dasar, dan persisten (tidak rontok).contoh jenisnya antara lain Pedada(Sonneratia caseolaris) biasanya lebih toleran terhadap air tawar, Beruang laki(Duabanga moluccana) biasanya digunakan sebagai bahan bangunan, kayu lapis, dan veneer.
4.Arecaceae
            Pohon berbatang tegak, atau tumbuhan memanjat, daun kaku, majemuk, berbentuk kipas, seperti bulu ayam. Buah berupa buah nut, buah batu, bunga beraturan, kecil, berupa buah malai. Terdiri lebih dari 200 marga, tropika dan subtropika. Contoh jenisnya antara lain sagu (Metroxylon sagu), aren (Arenga pinnata), rotan getah (Daemonorops rubra).
5.Lauraceae
            Pohon berdaun tunggal berseling, bunga beraturan, buah batu, bagian-bagian pohon beraroma, ter diri dari 30 marga, terdapat di daerah tropika. Contoh jenisnya antara lain ulin (Eusideroxylon zwageri) tumbuh di Kalimantan dan Sumatera dan merupakan kayu yang sangat awet, kayu manis (Cinnamomum burmanni), kayu limo (Litsea cubeba).
6. Araucariaceae
            Habitus berupa pohon atau semak, pohon biasanya tinggi besar, dan tajuknya berbentuk kerucut, cabang-cabangnya seringkali berlingkar, kulit batang mengelupas berbentuk bundar/bulat telur. Beranggotakan 2 marga , yaitu Agathis dan Araucaria. Contoh jenisnya antara lain araukaria (Araucaria cunninghamii), agathis (Agathis australis), damar putih (Agathis alba), araukaria (Araucaria hunsteinii).
7. Podocarpaceae
            Biasanya berupa semak dan pohon, helai daun berbentuk sisik, memanjang lanset atau tidak berdaun. Bunga jantan tersusun dalam strobilus, bunga betina soliter dan mempunyai 1 bakal biji dibungkus epimatium. Terdiri dari 7 marga, namun di Indonesia hanya ditemukan 3 marga saja. Contoh jenisnya antara lain jamuju (Podocarpus imbricatus), Ki putri (Podocarpus neriifolius), melur (Podocarpus koordersii).
8. Pinaceae
            Daun berbentuk jarum, bagian pangkal disebut sebagai fesicle. Buah kerucut dengan sisik kerucut berkayu masing-masing mengandung biji bersayap. Sebagian besar tumbuh dibelahan bumi utara. Contoh spesiesnya antara lain tusam (Pinus merkusii) yang menghasilkan resin yang diolah menjadi gondorukem dan terpentin, Pinus insularis yang berasal dari Filipina, Pinus caribaea berasal dari Honduras.
9. Moraceae
            Habitus berupa pohon, perdu yang sering bergetah. Bergetah putih, daun tunggal, alternate,stipule,daun mudah rontok yang biasanya meninggalkan kunat cincin. Contoh spesiesnya antara lain beringin (Ficus benjamina), karet kerbau (Ficus elastica) yang biasanya digunakan sebagai makanan ternak, lalab, tali temali, ampelas, kulit sabagai bahan pakaian. Contoh lainnya yaitu murbei (Morus alba), nangka (Artocarpus heterophyllus).
10. Sapindaceae
            Pohon berdaun majemuk, bunga kecil, tersusun dalam malai, uniseks, buah bervariasi, buah kotak, batu, dan berarilius. Contoh spesiesnya antara lain matoa (Pometia pinnata), rambutan (Nephelium lappaceum), leci (Litchi chinensis), rerak (Sapindus rarak) yang biasanya menghsilkan sabun nabati.
11. Apocynaceae
            Pohon, bergetah putih, daun tunggal, berhadapan, daun mahkota membentuk tabung atau corong, buah bervariasi, umumnya berpasangan. Contoh  jenisnya antara lain pulai (Alstonia scholaris)digunakan sebagai bahan pembuat wayang golek, pensil, papan , jelutung (Dyera costulata) yang dijadikan sebagai bahn baku pembuatan permen karet, bintaro (Cerbera manghas).
12. Sapotaceae
            Pohon, bergetah putih, memiliki pola percabangan ketapang, daun tunggal, berseling, tepi daun rata, bunga biseksual, berumah dua. Contoh jenisnya antara lain nyatoh (Palaquium rostratum), sawo kecik (Manilkara kauki), sawo duren (Chrysophyllum cainito), tanjung (Mimusops elengi).
13. Anacardiceae
            Pohon mengandung resin, ssat keluar resin berwarna bening, kemudian berubah menjadi hitam dan mengeras, umumnya beracun. Contoh jenisnya antara lain rengas (Glutta renghas), mangga (Mangifera indica), jambu mete (Anacardium occidentale)
14. Dipterocarpaceae
            Pohon raksasa, berdamar, kadang-kadang berbanir, serta kulit batang mengelupas. Suku ini memdominasi hutan hujan dataran rendah dan tersebar di kawasan tropika asia. Contoh jenisnya antara lain meranti tembaga (Shorea leprosula), meranti layang (Shorea pinanga) yang memiliki pohon besar, tepi daun rata, corola merah muda, sayap buah tiga helai besar dan dua helai kecil. Kamper tanduk (Dryobalanops lanceolata) berupa pohon besar , kulit batang mengelupas, buah besayap lima helai sama panjang. Keruing (Dipterocarpus trinervis)berupa pohon besar , berbatang lurus, buahnya bersayap dua helai dengan tiga urat jelas, dan tumbuh di bawah 1400 mdpl.
15. Bombacaceae
            Pohon raksasa, daun berseling, biji beralilius, terdapat lebih dari 20 marga , serta terdapat pada daerah tropika. Contoh jenisnya antara lain kapuk (Ceiba pentandra), balsa (Ochroma bicolor). Manfaatnya dapat diambil dari buahnya.
16. Burseraceae
            Habitus pohon atau perdu yang menggugurkan daun, pohon berukuran sedang dampai raksasa disertai adanya banir, dan mengeluarkan resin yang aromatis. Contoh jenisnya antara lain kenari (Canarium indicom).
17. Annonaceae
            Habitus berupa pohon, semak atau perdu. Kayu dan daun beraroma aromatis. Daun tunggal, tidak berdaun penumpu, bunga hermaprodit. Contoh jenisnya antara lain burahol (Stelechocarpus burahol) merupakan tanaman langka dan memiliki bunga/buah yang terletak pada batang utama, kenanga (Cananga odorata) merupakan kayu dengan BJ rendah.
18. Ebenaceae
            Pohon dengan kulit batang berwarna hitam, sebagian anggotanya berkayu warna hitam. Contoh jenisnya antara lain eboni (Diospyros celebica) penghasil kayu lux atau mewah yang harganya mahal, bisbul (Diospyros discolor) biasanya disebut sebagai buah mentega.
19. Clusiaceae
            Pohon, sebagian bergetah kuning lengket, terdadap sekitar 35 marga, serta terdapat di daerah tropika. Contoh jenisnya antara lain bintangur (Calophyllum inophyllum), mundu (Garcinia dulcis), manggis hutan(Garcinia celebica)
20. Rubiaceae
            Pohon, semak, atau herba kadang liana. Anggota suku ini tergolong besar yakni sekitar 400 marga yang hidup dan tersebar di daerah tropika dan subtropika. Contoh jenisnya antara lain kayu lasi (Adina fagifolia), Kopi (Coffea arabica), jabon (Anthocephalus cada
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
            Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, maka telah telihat secara langsung berbagai jenis pohon dengan berbagai family, dan berbagai spesies di dalam family tersebut. Kebun Raya Bogor hanya sebagian kecil saja dari Indonesia. Jika dilihat secara keseluruhan wilayah Indonesia, maka sungguh banyak keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia. Pantas saja Indonesia disebut sebagai Megabiodiversity country. Kebun Raya Bogor tempat observasi dilakukan memiliki banyak  spesies  dari berbagai family, baik tumbuhan exsitu maupun tumbuhan insitunya.

5.2 Saran
Saran yang bertujuan untuk mengembangkan kuliah dendrologi ini diantaranya sebaiknya dosen pembimbing memberikan pengarahan yang lebih jelas dan  terperinci, dan juga sebaiknya mahasiswa membawa kamera atau sejenisnya sebagai bahan bukti atau sebagai dokumentasi.



















































                      











               







                                                                                                         BuaDiospphilippinensis














































1 komentar: