TUGAS III
Lanskap Kota dan Wilayah
“Personal space(setting berpola kesosiopetalan dan kesosiofugalan)”
Oleh:
Dewi Rengganis/ E44090012
1. Kesosiopetalan dan kesosiofugalan
| Contoh kekosiapetalan | |
| Lobby/ruang tunggu | Open Theater |
![]() | ![]() |
| Dengan susunan ruang yang dibuat santai dan terbuka membuat suasana lebih bersahabat, sehingga interaksi antar individu dapat lebih ditingkatkan. | Dengan kualitas penataan yang mendorong hubungan antar individu sehingga kontak interpersonal di ruang publik dapat ditingkatkan, hal ini terlihat dengan susunan tempat duduk yang melingkar tanpa sekat serta berundak yang bertujuan agar setiap individu yang duduk dimanapun dapat melihat satu sama lain dan dapat melihat objek perhatian yang ada di tengah secara jelas. |
| Contoh kekosiofugalan | |
| Halte bis | Perpustakaan |
![]() | ![]() |
| Dengan desain halte seperti ini, menandakan bahwa orang-orang yang berada pada dalam halte berbeda dengan orang lain yang berada diluar halte. | Dengan susunan ruang yang sedemikian rupa, sehingga kontak seseorang dengan yang lain dibuat seminimal mungkin dan menciptakan ketenangan. Hal ini terlihat dari susunan bangku dan meja yang diberi penyekat agar tidak saling mengganggu. |
Nama : Dewi Rengganis Tugas : Keteritorialan
KETERITORIALAN
Keteritorialan (Porteous, 1977) adalah pengendalian secara eksklusif suatu tract lahan oleh individu, pasangan atau kelompok, Intraspesifik, intraspesies, agresi atau defend, dan hak untuk berbiak (right to breed). Fungsi keteritorialan diantaranya makan, keamanan, stimulasi dan identitas. Mekanisme pengendalian teritorial yaitu pertahanan (defense) dan personalisasi, penandaan (marking).
Pengamatan mengenai keteritorialan yang saya amati yaitu pada warung makanan yang berada pada bara tepatnya warung “ podo seneng” dan “pondok cak Andre” dimana kedua warung makanan ini berada bersampingan. Keteritorialan antar warung ini tentu sangat jelas, dimana teritori defense dapat berupa warung-warung tersebut dengan penandaan menggunakan spanduk dan peralatan dari masing-masing warung tersebut dengan memberikan stimulansi berupa gambar menu, investasi emosional kemauan untuk bergotong royong untuk member nama warung, dan bersedia membayar uang kebersihan. Keteritorialan yang terlihat oleh saya kedua warung ini menggunakan peralatan yang mereka butuhkan untuk keperluan mereka yang dijadikan pula untuk pembatas antar warung mereka. Warung Podo Seneng menyimpan alat membakar di depan kiri warungnya sebagai pembatas dengan warung Cak Andre ini, namun pembatas yang digunakan oleh warung cak andre berupa spanduk yang terpasang di depan warungnya sama halnya dengan warung podo seneng. Selagi masih dalam batas keteritorialannya mereka berhak untuk menggunakan lahan tersebut untuk apapun yang mereka inginkan. Hal ini dapat dikatakan keteritorialan dikarenakan masing-masing warung tersebut mempunyai suatu lahan secara khusus yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok yang memegang hak untuk memiliki warung tersebut.
DEWI RENGGANIS ( E44090012) TUGAS LANKOWIL 1
| 1. Jalur ( Paths) STASIUN BOGOR ![]() | Deskripsi Tempat : Stasiun kereta api adalah tempat di mana para penumpang dapat naik-turun dalam memakai sarana transportasi kereta api. Selain stasiun, pada masa lalu dikenal juga dengan halte kereta api yang memiliki fungsi nyaris sama dengan stasiun kereta api. Untuk daerah/kota yang baru dibangun mungkin stasiun portabel dapat dipergunakan sebagai halte kereta. Stasiun Bogor (kode: BOO) adalah stasiun kereta api di Kota Bogor, Indonesia yang dibangun pada tahun 1881. Stasiun yang terletak pada ketinggian +246 M ini memberangkatkan Kereta Rel Listrik (KRL) yang melayani kawasan Jabotabek, yakni menuju Stasiun Jakarta Kota dan Stasiun Tanahabang. Selain itu terdapat pula Kereta Rel Diesel (KRD) yang melayani rute Sukabumi-Bogor bernama Kereta api Bumi Geulis. Stasiun ini disibukkan oleh komuter (penglaju) dari Bogor menuju ke Jakarta. Stasiun besar biasanya diberi perlengkapan yang lebih banyak daripada stasiun kecil untuk menunjang kenyamanan penumpang maupun calon penumpang kereta api, seperti ruang tunggu (VIP ber AC), restoran, toilet, mushola, area parkir, sarana keamanan (polisi khusus kereta api), sarana komunikasi, dipo lokomotif, dan sarana pengisian bahan bakar. |
| Tampak dari atas ![]() | |
| 2. Landmark TUGU KUJANG ![]() | Deskripsi Tempat : Sebuah bangunan megah berbentuk menara dengan tinggi 17 meter, dengan tambahan bangunan berbentuk sebuah senjata khas Jawa Barat atau dikenal dengan nama kujang yang dibangun setinggi 6 meter. Bangunan ini disebut dengan nama Tugu Bogor atau lebih dikenal dengan nama Tugu Kujang. Tujuan pendirian tugu ini adalah untuk menghormati pemindahan ibukota kerajaan Pajajaran dari Galuh ke Pakuan oleh Sri Baduga Maharaja pada tahun 1482.Selain itu bangunan ini juga merupakan bangunan pengganti monumen kota dari tugu pengembalian kota Bogor dari tangan penguasa Inggris ke tangan Belanda pada tahun 1836, yang dulu terletak di pertigaan Jalan Ahmad Yani-Sudirman (Air Mancur). Tugu Kujang didirikan pada simpang tiga Jalan Raya Pajajaran-Otista-Baranangsiang pada luas tanah berukuran 26 X 23 meter, bangunan berbentuk kujang terbuat dari stainless steel berlapiskan perunggu dan kuningan. Disetiap menara beton yang berdimensi tiga ini dipasang perisai lambang Kota Bogor yang terdiri dari gambar Burung Garuda sebagai lambang negara, Istana Bogor, Gunung Salak, dan senjata khas Jawa Barat atau Kujang.Disamping tugu ini dibuat juga suatu plaza berukuran 48 X 19 meter yang berisikan duplikat prasasti Lingga dan Batutulis peninggalan Kerajaan. Pajajaran.Penggunaan senjata kujang sebagai bangunan puncak monemen memiliki arti yang tinggi, hal ini dikarenakan kujang selain sebagai senjata rakyat Pajajaran, juga merupakan panji kebesaran kerajaan Pajajaran. Senjata dari bahan baja berlekuk tujuh dengan tiga lubang dibagian pinggir dan satu lubang dibagian tengah adalah senjata yang menjadi ciri khas kerajaan di Jawa Barat khususnya kerajaan Pajajaran. | |
| Tampak dari atas ![]() | ||
| 3. Nodes (pusat aktivitas) Pusat Grosir Bogor ![]() | Deskripsi Tempat : Pusat grosir bogor merupakan tempat berbelanja yang berada di tengah kota Bogor. Dalam arsitektur lanskap, tempat ini termasuk ke dalam tipe nodes yaitu pusat aktivitas orang-orang yang ingin berbelanja. | |
| Tampak dari atas ![]() | ||
Tugas Lankowil (Home Range, Capsul image, genus loccy)
Nama : Dewi Rengganis
Nrp : E44090012
1) Home Range

Home range merupakan areal yang biasa dijelajahi (orbit) oleh individu, pasangan atau kelompok kecil, berbasis home, personalisasi dan defense kurang efektif. Tanda merah yang dikanan atas merupakan tempat tinggal saya yaitu daerah Balungbang Jaya. Home range dari rumah saya ke Kampus IPB melewati Situ Gede, jalan Cifor kemudian ke jalan babakan raya.
2) Capsul image
Merupakan image (citra) terhadap elemen lanskap kota dan wilayah yang dibungkus sebagai image tunggal. Karakteristik lokal bagian kota atau wilayah tidak khas, seragam dan monoton, sehingga tidak dapat digunakan sebagai “penanda” lokasi. Saya mengambil contoh yaitu Perumahan di daerah Cimanggu. Rumah tersebut memiliki desain yang sama dari segi tata letak halaman sampai pada bentuk rumahnya.3) Genus loci
Gambar diatas salah satu contoh Genus locii, karena melambangkan cirri dari suatu Negara yang mengandung nilai-nilai kesejarahan kawasan. Genus loci yang ini merupakan cirri dari Negara singapura yang tidak terdapat di negara lainnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar