Senin, 21 Maret 2011

TUGAS PENGAMEN

TUGAS PENGAMEN II

Anggota :
1. Erfan Handani        E44090011
2. Dewi Rengganis      E44090012
3. Fiona Citra A          E44090024
4. Nurhamidah            E44090031

1. Tentu. Organisasi memiliki etika, karena pada dasarnya etika merupakan sistem nilai pribadi yang digunakan untuk memutuskan apa yang benar atau apa yang paling tepat dalam suatu situasi tertentu. Memutuskan apa yang konsisten dengan sistem nilai yang ada dalam organisasi dan diri pribadi. Etika penting dalam proses pengkajian dan pembelajaran beberapa masalah dalam konteks pembuatan keputusan mengenai pekerjaan dalam organisasi.
3. Argumen-argumen yang mendukung tanggung jawab sosial:
-    Memenuhi ekspektasi publik
-    Untuk mengamankan laba jangka panjang
-    Tanggung jawab sosial merupakan kewajiban etis.
-    Untuk menciptakan kesan publik yang baik.
-    Untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah sosial yang pelik.
-    Untuk mengurangi jumlah peraturan pemerintah yang perlu diberlakukan.
-    Untuk mengimbangi besarnya kekuasaan yang dimiliki perusahaan.
-    Untuk meningkatkan harga saham dalam jangka panjang.
-    Karena perusahaan memiliki sumber daya yang dibutuhkan untuk membantu masyarakat dan program-program sosial.
-    Untuk mengatasi masalah sosial sebelum masalah tersebut menjadi terlalu sulit dan mahal untuk diselesaikan.
-    Argumen-argumen yang menentang tanggung jawab sosial:
-    Karena merupakan pelanggaran terhadap tujuan berupa maksimalisasi profit.
-    Karena merupakan dilusi terhadap tujuan utama perusahaan yakni produktivitas ekonomis.
-    Mahal.
-    Kekuasaan yang dimiliki perusahaan akan terlalu besar jika perusahaan juga berusaha mencapai tujuan sosial.
-    Kurangnya keahlian untuk mengatasi masalah sosial.
-    Kurangnya akuntabilitas yang dimiliki perusahaan terhadap tindakan sosial.

5.  Bahwa untuk mencapai tujuan Perusahaan sehingga Perusahaan dapat menjalankan kegiatan operasionalnya dengan baik dan lancar, mampu meraih keuntungan dan berkembang di masa depan, maka terciptanya hubungan kerjasama yang harmonis antara Perusahaan dengan karyawannya adalah syarat utama yang harus di penuhi.
Untuk menciptakan hubungan kerjasama yang harmonis, Direksi menetapkan suatu pedoman tentang Perilaku Etis (Code of Conduct) yang memuat nilai-nilai etika berusaha. 
Nilai-nilai yang di anut oleh Perusahaan harus mendukung Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi Perusahaan serta harus di terapkan terlebih dahulu oleh jajaran pimpinan Perusahaan untuk selanjutnya meresap ke dalam jajaran Perusahaan.

Budaya kerja perlu di bangun untuk menjaga berlangsungnya lingkungan kerja yang profesional, jujur, terbuka, peduli, dan tanggap terhadap setiap kegiatan Perusahaan serta kepentingan pihak stakeholders. Selain itu, budaya kerja dikembangkan untuk memotivasi karyawan dalam bekerja.

Pada hakekatnya Perilaku Etis berisi tentang keharusan yang wajib dilaksanakan dan larangan yang harus dihindari sebagai penjabaran pelaksanaan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) yaitu : Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas (Pertanggungjawaban), Independensi (Kemandirian).
Maksud dan tujuan Perilaku Etis ini tidak hanya untuk memastikan bahwa perusahaaan telah mematuhi semua peraturan perusahaan dan perundang-undangan yang terkait, namun memberikan panduan bagi perusahaan atau karyawan dalam melakukan interaksi berdasarkan nilai-nilai moral yang merupakan bagian dari budaya perusahaan.
7. Menurut  saya, membocorkan rahasia adalah kegiatan yang dapat merugikan orang lain, karena rahasia merupakan hal privasi yang mesti dijaga, yang  menyangkut pribadi orang lain. Dan juga membocorkan rahasia dapat merugikan kedua belah pihak, dapat merugikan si empunya rahasia karena hal pribadinya diketahui orang lain. Dapat merugikan si pembocor rahasia karena dapat menghilangkan kepercayaan orang lain kepada orang tersebut.
Jika saya menyadari adanya suatu aktivitas kriminal yang berlangsung di organisasi saya, maka saya akan melaporkannya kepada pihak yang lebih berwenang, meskipun karena hal itu saya akan kehilangan pekerjaan saya, karena dimanapun dan kapanpun tindak kriminal harus diberantas habis, jika dibiarkan sekali maka kriminal akan merajalela. Saya tidak akan pernah sekalipun membiarkan hal kriminal terjadi apalagi didepan mata saya. Disamping itu saya akan selalu yakin kebaikan dan kebenaran akan selalu menang.
11. Individualism VS Collectivism
Jarak kekuasaan (ukuran seberapa jauh masyarakat menerima fakta bahwa kekuasaan dalam lembaga dan organisasi itu terbagi secara tidak merata)
Penghindaran ketidakpastian
Kuantitas VS kualitas kehidupan
Orientasi jangka panjang VS jangka pendek



Rounded Rectangle: Organizations CultureRounded Rectangle: Top ManagementRounded Rectangle: Selection
CriteriaRounded Rectangle: Philosophy of Organization’s Founders13.
                                                           


 



17. Budaya Organisasi merupakan nilai-nilai dan norma yang dianut serta dijalankan oleh sebuah organisasi terkait dengan lingkungan dimana organisasi tersebut menjalankan kegiatannya. Budaya organisasi merupakan apa yang dirasakan, apa yang diyakini dan apa yang dijalani oleh sebuah organisasi.
21. Rencana taktis adalah rencana yang berlaku bagi organisasi secara keseluruhan, menjadi sasaran umum organisasi tersebut, dan berusaha menempatkan organisasi tersebut ke dalam lingkungannya. Rencana operasional adalah rencana yang memerinci detail cara mencapai sasaran menyeluruh. Perbedaan diantara keduanya, rencana strategis cenderung mencakup perumusan sasaran, sedangkan rencana operasional mendefinisikan berbagai cara untuk mencapai sasaran itu. Juga, rencana operasional cenderung mencakup periode waktu yang pendek, bulanan, mingguan dan harian.
23. Pada tingkat individu, jika anggota merasa bahwa organisasi memenuhi kebutuhan dan karakteristik individualnya, ia akan cenderung berperilaku positif. Tetapi sebaliknya, jika anggota tidak merasa diperlakukan dengan adil, maka mereka cenderung untuk tidak tertarik melakukan hal yang terbaik (Cowling dan James, 1996) Untuk itu, ketika seseorang mempunyai ketertarikan yang tinggi dengan pekerjaan, seseorang akan menunjukkan perilaku terbaiknya dalam bekerja (Duran-Arenas et.al, 1998). Selanjutnya menurut Cowling dan James, tidak semua individu tertarik dengan pekerjaannya. Akibatnya beberapa target pekerjaan tidak tercapai, tujuan-tujuan organisasi tertunda dan kepuasan dan produktivitas anggota menurun.

25. Jenis alternatif strategis       
  1. Strategi tingkat korporasi
Adalah strategi organisasi yang berusaha menentukan bisnis apakah yang seharusnya dimasuki atau ingin dimasuki perusahaan. Strategi ini menentukan arah yang akan dituju organisasi tersebut dan peran yang akan dimainkan oleh setiap unit bisnis organisasi tersebut dalam mengejar arah itu. Terdapat beberapa strategi tingkatan korporasi yaitu strategi stabilitas, strategi pertumbuhan dan strategi pengurangan.
  1. Strategi tingkat perusahaan
Strategi tingkat perusahaan yang berusaha menentukan cara organisasi bersaing dalam setiap bisnisnya atau tiap perusahaannya. Bagi organisasi kecil yang menekuni hanya dalam satu lini bisnis atau organisasi besar yang tidak melakukan diversifikasi keberbagai produk atau pasar, strategi tingkat perusahaan biasanya tumpang tindih dengan strategi korporasi.
27. Strategi Generic Michael R. Porter
            Menurut Porter, jika perusahaan ingin meningkatkan usahanya dalam persaingan yang semakin ketat, perusahaan harus memilih prinsip berbisnis yaitu produk dengan harga tinggi atau produk yang berbiaya rendah, bukan kedua-duanya. Berdasarkan prinsipnya itu, porter mengatakan ada 3 prinsip generic srtategic yaitu strategi diferensiasi, kepemimpinan biaya menyeluruh dan fokus.
a.       Strategi diferensiasi
Cirinya adalah perusahaan memutuskan untuk membangun persepsi pasar potensial terhadap produk atau jasa yang unggul agar tampak berbeda dibaningkan produk pesaing. Pelanggan diharapkan mau membeli dengan harga mahal karena adanya perbedaan itu.



      b. Strategi Kepemimpinan Biaya Menyeluruh
            Cirinya adalah perusahaan mengkonsentrasikan perhatian pada harga jual produk yang murah untuk menekan biaya produksi, promosi maupun riset. Jika perlu, produk yang dihasilkan hanya sekedar meniru produk pesaing.
       c. Strategi Fokus
            Perusahaan mengkonsentrasikan pada pasar tertentu untuk menghindar dari pesaing.
Strategi Miles dan Snow
Miles dan Snow (1978) membagi empat tipologi strategi perusahaan, yaitu prospector, defender, analyzer dan reaction. Keduanya mengartikan prospector dan defender sebagai strategi yang ekstrim berbeda. Prospector merupakan strategi yang mengidentifikasi dan mengembangkan produk baru serta memanfaatkan peluang pasar, sedangkan defender adalah strategi yang cenderung mempertahankan pasar yang telah dicapai dan produk yang stabil dengan harga yang murah (low cost leadership). Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris adanya perbedaan reaksi pasar terhadap pengukuran kinerja akuntansi pada dua tipe strategi pemasaran ekstrim, yaitu prospector dan defender.
33. Perilaku yang mempengaruhi pengambilan keputusan adalah: Ethics, values, Personality, Propensity for Risk, Potensial for Dissonance, serta Escalation of Comitment. Etika adalah sistem atau kode yang memberikan arahan pekerjaan bagi individu. Faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan etis: gender, filosofi, edukasi, pengalaman, umur, kesadaran, kultur organisasi, kode etik, reward dan sanksi. Value adalah arahan/tuntunan dan keyakinan bahwa pembuat keputusan menggunakannya ketika pada kondisi ttt.(kondisional) karena tempat dan waktu.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar